CERITA CERITA DARI ALQURAN
Home | NABI ADAM | NABI NOH | NABI HUD | NABI SALEH | NABI IBRAHIM | NABI IBRAHIM DAN BAPANYA | PANCAROBA NABI IBRAHIM | NABI ISMAlL | NABI LUT | NABI YAAKUB | NABI YUSUF | NABI SYUIB | NABI MUSA | JENERAL TALUT | NABI DAUD | NABI SULAIMAN | NABI AYUB | NABI YUNUS | NABI ZAKARIA DAN YAHYA | KELUARGA IMRAN | NABI ISA AL-MASIHI | ISKANDAR ZULKARNAIN | PASUKAN BERGAJAH
NABI HUD
Alhambra Granada Sepanyol
alhambragranada1.jpg

Nabi Noh dan pengikut pengikutnya yang terdiri dari orang orang yang beriman telah diselamatkan Allah dari bahaya maut. Semua musuh mereka yang terdiri dari orang-orang kafir yang jahat, seluruhnya sudah musnah. Orang-orang beriman yang selamat ini, setelah berhenti banjir dahsyat itu, di bawah pimpinan Nabi Noh semakin tebal iman mereka, semakin percaya kepada Nabi Noh dan ajarannya. Mereka tidak berhenti henti mengucap syukur dan beribadat menyembah Allah yang telah menyelamatkan mereka. Makin terasa sampai sedalam dalamnya dalam jiwa raga mereka akan kebesaran Allah dan kekuasaanNya. Demikianlah berjalan beberapa abad pula lamanya. Manusia hidup rukun dan damai, iman dan taqwa, senang, tenang dan bahagia sekali.


Tetapi beberapa abad kemudian, anak cucu atau keturunan mereka, mulalah melupakan ajaran Nabi Noh dan nenek moyang mereka yang beriman itu. Mungkin karena kurangnya penerangan atau pengaruh penghidupan yang semakin meningkat, pengaruh ekonomi, keinginan-keinginan dan keperluan, ditambah lagi oleh tipu daya Setan dan Iblis yang selalu menggoda dan memperdayakan mereka. Akhirnya seluruh manusia menjadi lupa sama sekali akan Allah Pencipta yang diajarkan Nabi Noh dan nenek moyang mereka orang beriman.
Setelah mereka berkembang biak menjadi manusia banyak, hidup terpancar di segenap pelosok